Masjid ini sendiri mendapat julukan “ Masjid
Nabawi “ karena gaya arsitekturnya yang diatur sedemikian rupa sehingga
menyerupai masjid Nabawi di Madinah. Ide untuk mengadopsi gaya arsitektur
masjid Nabawi sendiri digagas oleh mantan Bupati Purbalingga, Triyono Budi
Sasongko, seusai menjalankan ibadah haji di Tanah Suci Mekah.
Masjid Nabawi sendiri adalah masjid pertama
yang didirikan Nabi di kota Madinah sewaktu hijrahnya. Di tengah-tengah
penolakan kaum Quraisy di Mekah Nabi Muhammad SAW memilih hijrah ke tanah para
anshor bersama para muhajirin. Masjid Nabawi memang memiliki nilai historis dan
aspek psikologis yang sangat sentimental bagi umat islam. Masjid Nabawi
sejatinya adalah tanah waqaf Rasullullah dalam upayanya untuk menegakkan agama
Allah. Hal inilah yang coba dihidupkan oleh Pemerintah Kabupaten Purbalingga
dengan mendirikan dan memugar masjid agung Darussalam agar umat islam di
Purbalingga juga tetap menegakkan islam dan risalah-risalah-Nya seperti yang
sudah ditunjukan oleh Nabi Muhammad SAW.
Bagi umat islam di Purbalingga dan sekitarnya
masjid ini sendiri bisa jadi alternatif untuk mengobati kerinduan pada Nabi
Muhammad SAW dan Tanah Suci Mekah bagi yang tidak mampu melakukan ibadah haji.
Hingga saat ini masjid Agung Darussalam telah menjadi ikon Kota Purbalingga
terbukti dengan banyaknya pengunjung dari dalam dan luar negeri yang
menyempatkan untuk singgah dan beribadah di masjid kebanggaan Kota Perwira ini.
Jadi jika Anda ke Purbalingga, tidak ada salahnya mampir ke Masjid ini untuk
menikmati keindahan dan kemegahannya. (Untung Pramono)


06.51
Unknown
0 komentar:
Posting Komentar